Teknologi dan Industri Media: Radio dan Rekaman Audio

RADIO Radio mendapat julukan sebagai kekuasaan kelima atau the fifth estate, setelah pers (surat kabar) dianggap sebagai kekuasaan keempat atau the fourth estate. Radio adalah alat komunikasi yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik seba -ai pembawa pesan yang dipancarkan melalui udara dengan kecepatan yang menyamai kecepatan cahaya. Proses penyampaian pesan itu memerlukan dua sarana utama, yakni sebuah pengirim pesan yang lazim disebut pemancar radio dan sebuah penerima pesan yang dinamakan penerima radio. Pemancar radio pada dasamya adalah alat pembangkit getaran listrik dengan frekuensi sangat tinggi, yang secara teknis disebut frekuensi radio (radio fiequency, disingkat RF), sehingga energinya yang Tersalur melalui antena terlempar ke segala arah sebagai, gelombang elektromagnetik. Sebelum disalurkan kel antena, getaran listrik yang dihasilkan itu "disuntik" dengan ge taran listrik yang lain berupa informasi sehingga yang dipancarkan melalui antena merupakan gel...

Teknologi dan Industri Media: Koran Harian (Surat kabar)

                                                                      Koran Masuk Desa

Media cetak sendiri ditemukan pertama kali oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1455 di Negara Eropa, teknologi mesin cetak Gutenberg mendorong peningkatan buku menjadi hitungan yang tidak sedikit, teknologi percetakan menjadikan teknologi ini semakin mendorong Gutenberg untuk berkembang lebih jauh.
Percetakan Negara Republik Indonesia telah berdiri sejak zaman pemerintahan Belanda pada tahun 1809 dengan nama "Lands Drukkerij". Seperti halnya dinegara-negara lain maksud didirikannnya Perum Percetakan Negara (Government Printing Office) adalah untuk mencetak dokumen negara yang pada waktu itu tugasnya adalah mencetak "State Gazette" atau Berita Negara dan Lembaran Negara beserta tambahannya. 
Hampir semua Negara mempunyai institusi pencetakan negara yang tugas utamanya adalah mencetak dokumen negara khususnya Berita Negara. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia Perum Percetakan Negara mendapatkan tugas antara lain untuk mencetak ORI (Uang Republik Indonesia), dan mendapatkan tugas untuk melaksanakan pembuatan Berita Negara (State Gazeete) Republik Indonesia yang pertama kalinya dan sekarang disebut dengan nama Berita Negara.
Sedangkan Pencetakan Uang sekarang dilakukan oleh Perum Peruri. Sebelum namanya berubah menjadi Percetakan Negara Republik Indonesia (1950), Perum PNRI ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1942 namanya adalah "Gunseikanbu Inatsu Koja(GIK). Kemudian pada tahun 1945 berubah menjadi Percetakan Republik Indinesia (PRI). Melalui sebuah Peraturan Pemerintah NO.46 Tahun 1991, PNRI menjadi sebuah Perusahaan Umum (Perum) milik negara, yang mengemban fungsi, baik sebagai pendukung pembangunan nasional (agent of development) maupun sebagai unit ekonomi (profit center).
Perum PNRI tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang cetakan yang berisi dokumen resmi negara dan produk informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat ini sesuai dengan perkembangan pemasaran dan manajemen, Perum PNRI melayani juga produk percetakan umum yang diterima dari BUMN, swasta maupun masyarakat luas pada umumnya.
Media cetak merupakan media yang berpengaruh besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pasca Indonesia merdeka, media cetak adalah sarana yang paling utama bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat. Sehingga pada akhirnya akibat dari kesadaran pihak pemerintah mengenai dampak dari media cetak itu sendiri terhadap opini publik, maka dalam eksistensinya untuk menyampaikan informasi, media cetak tersebut harus memiliki Surat Ijin Terbit.
pengertian media cetak bisa dirtikan sebagai sebuah media penyampai informasi yang memiliki manfaat dan terkait dengan kepentingan rakyat banyak yang disampaikan secara tertulis. Dari pengertian ini, kita bisa melihat bahwa media cetak adalah sebuah media yang di dalamnya berisi informasi yang di dalamnya terkait dengan kepentingan masyarakat umum dan bukan terbatas pada kelompok tertentu saja.
Surat kabar merupakan media komunikasi yang berisikan informasi aktual dari berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial,kriminal,budaya,seni,olahraga,luar negri, dalam negri, dan sebagainya (Suryawanti, 2001 :40)
Masyarakat pedesaan dimana sebagian besar mereka adalah masyarakat tradisional terdapat berbagai media sosial sebagai saran efektif saling berinteraksi. Media sosialisasi merupakan nilai antar warga masyarakat, bahkan dari generasi ke generasi. Media ini dikenal sebagai media rakat.
Ciri khas dari desa yang berhubungan dengan komunikasi adalah komunikasi lebih banyak dilakukan dengan komunikasi antarpersona. Diakibatkan, masyarakat desa belum percaya sepenuhnya dengan media massa atau sejaln dengan tingkat pendidikannya. Oleh karena itu, informasi dari orang lain yang bisa dipercaya lebih menemukan hasil, misalnya melalui pemimpin opini.
Artinya komunikasi  dilakukan dengan lisan tentang suatu pesan dari satu orang ke orang lain. Misalnya, jka di desa akan dilaksanakan kerja bakti maka informasi akan cepat tersebar luas melalui satu orang ke orang lain. (Nurudin:101)
Surat kabar mingguan yang biasanya terbit dipedesaan  atau pada suatu wilayah ang tidak luas dimana jumlah berita mengenai kota yang bersangkutan dan juga iklan yang masuk tidaklah banyak untuk ditampilkan disurat kabar harian. Surat kabar mingguan biasanya menyajikan berita mengenai peristiwa yang relevan dengan masyarakat setempat dimana surat kabar tersebut beredar.
Pada saat ini ada tiga media yang sangat berpotensi dalam menyebarkan informasi ke masyarakat dipedesaan, yakni Koran Masuk Desa ( KMD ), Media Rakyat ( MR ), dan Media Tradisional ( MT ). KMD adalah koran kota yang dikelola dan dicetak dikota untuk masyarakat desa, sedangkan Media Rakyat adalah media profil pedesaan dari, oleh dan untuk rakyat pedesaan. Di Indonesia belum pernah ada Media Rakyat, Robert de Lawrence megatakan bahwa Media Rakyat sama dengan surat kabar semacam ini pernah diterbitkan di liberia pada tahun 1963, sedangkan yang dimaksud dengan media Tradisional misalnyaa, trong – trong ( kentongan ), bedug, angklung, dan lain – lain. Semua jenis media punya ciri khas masing – masing. Bahkan irama tabuhannya juga mempunyai makna yang berbeda.





















Komentar

Postingan populer dari blog ini