Koran
Masuk Desa
Media
cetak sendiri ditemukan pertama kali oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1455 di
Negara Eropa, teknologi mesin cetak Gutenberg mendorong peningkatan buku
menjadi hitungan yang tidak sedikit, teknologi percetakan menjadikan teknologi
ini semakin mendorong Gutenberg untuk berkembang lebih jauh.
Percetakan
Negara Republik Indonesia telah berdiri sejak zaman pemerintahan Belanda pada
tahun 1809 dengan nama "Lands Drukkerij". Seperti halnya
dinegara-negara lain maksud didirikannnya Perum Percetakan Negara (Government
Printing Office) adalah untuk mencetak dokumen negara yang pada waktu itu
tugasnya adalah mencetak "State Gazette" atau Berita Negara dan
Lembaran Negara beserta tambahannya.
Hampir
semua Negara mempunyai institusi pencetakan negara yang tugas utamanya adalah
mencetak dokumen negara khususnya Berita Negara. Pada awal kemerdekaan Republik
Indonesia Perum Percetakan Negara mendapatkan tugas antara lain untuk mencetak
ORI (Uang Republik Indonesia), dan mendapatkan tugas untuk melaksanakan
pembuatan Berita Negara (State Gazeete) Republik Indonesia yang pertama kalinya
dan sekarang disebut dengan nama Berita Negara.
Sedangkan
Pencetakan Uang sekarang dilakukan oleh Perum Peruri. Sebelum namanya berubah
menjadi Percetakan Negara Republik Indonesia (1950), Perum PNRI ini telah mengalami
beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1942 namanya adalah "Gunseikanbu
Inatsu Koja(GIK). Kemudian pada tahun 1945 berubah menjadi Percetakan Republik
Indinesia (PRI). Melalui sebuah Peraturan Pemerintah NO.46 Tahun 1991, PNRI
menjadi sebuah Perusahaan Umum (Perum) milik negara, yang mengemban fungsi,
baik sebagai pendukung pembangunan nasional (agent of development) maupun
sebagai unit ekonomi (profit center).
Perum PNRI
tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang cetakan yang berisi
dokumen resmi negara dan produk informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Saat ini sesuai dengan perkembangan pemasaran dan manajemen, Perum PNRI
melayani juga produk percetakan umum yang diterima dari BUMN, swasta maupun
masyarakat luas pada umumnya.
Media
cetak merupakan media yang berpengaruh besar dalam sejarah kemerdekaan
Indonesia. Pasca Indonesia merdeka, media cetak adalah sarana yang paling utama
bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat. Sehingga pada akhirnya akibat dari
kesadaran pihak pemerintah mengenai dampak dari media cetak itu sendiri
terhadap opini publik, maka dalam eksistensinya untuk menyampaikan informasi,
media cetak tersebut harus memiliki Surat Ijin Terbit.
pengertian
media cetak bisa dirtikan sebagai sebuah media penyampai informasi yang
memiliki manfaat dan terkait dengan kepentingan rakyat banyak yang disampaikan
secara tertulis. Dari pengertian ini, kita bisa melihat bahwa media cetak
adalah sebuah media yang di dalamnya berisi informasi yang di dalamnya terkait
dengan kepentingan masyarakat umum dan bukan terbatas pada kelompok tertentu
saja.
Surat kabar
merupakan media komunikasi yang berisikan informasi aktual dari berbagai aspek
kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial,kriminal,budaya,seni,olahraga,luar
negri, dalam negri, dan sebagainya (Suryawanti, 2001 :40)
Masyarakat
pedesaan dimana sebagian besar mereka adalah masyarakat tradisional terdapat
berbagai media sosial sebagai saran efektif saling berinteraksi. Media
sosialisasi merupakan nilai antar warga masyarakat, bahkan dari generasi ke
generasi. Media ini dikenal sebagai media rakat.
Ciri khas
dari desa yang berhubungan dengan komunikasi adalah komunikasi lebih banyak
dilakukan dengan komunikasi antarpersona. Diakibatkan, masyarakat desa belum
percaya sepenuhnya dengan media massa atau sejaln dengan tingkat pendidikannya.
Oleh karena itu, informasi dari orang lain yang bisa dipercaya lebih menemukan
hasil, misalnya melalui pemimpin opini.
Artinya
komunikasi dilakukan dengan lisan
tentang suatu pesan dari satu orang ke orang lain. Misalnya, jka di desa akan
dilaksanakan kerja bakti maka informasi akan cepat tersebar luas melalui satu
orang ke orang lain. (Nurudin:101)
Surat kabar
mingguan yang biasanya terbit dipedesaan
atau pada suatu wilayah ang tidak luas dimana jumlah berita mengenai
kota yang bersangkutan dan juga iklan yang masuk tidaklah banyak untuk
ditampilkan disurat kabar harian. Surat kabar mingguan biasanya menyajikan
berita mengenai peristiwa yang relevan dengan masyarakat setempat dimana surat
kabar tersebut beredar.
Pada saat
ini ada tiga media yang sangat berpotensi dalam menyebarkan informasi ke
masyarakat dipedesaan, yakni Koran Masuk Desa ( KMD ), Media Rakyat ( MR ), dan
Media Tradisional ( MT ). KMD adalah koran kota yang dikelola dan dicetak
dikota untuk masyarakat desa, sedangkan Media Rakyat adalah media profil
pedesaan dari, oleh dan untuk rakyat pedesaan. Di Indonesia belum pernah ada
Media Rakyat, Robert de Lawrence megatakan bahwa Media Rakyat sama dengan surat
kabar semacam ini pernah diterbitkan di liberia pada tahun 1963, sedangkan yang
dimaksud dengan media Tradisional misalnyaa, trong – trong ( kentongan ),
bedug, angklung, dan lain – lain. Semua jenis media punya ciri khas masing –
masing. Bahkan irama tabuhannya juga mempunyai makna yang berbeda.
Komentar
Posting Komentar